Ternyata Di Sini Indah

0 73

Pertama kali kami masuk kepondok ini memanglah sangat berat. Kami disini jauh dari orang tua dan kami juga tidak mengenal siapapun dipondok ini kami disini hanya ditemani oleh bagian pengurus pondok. Kami bungung… apa yang harus kami lakukan… terbayang dikepala kami rindu kepada mereka. Sempat terlintas di benak kami untuk pindah dari sini bahkan pernah kami berfikir untk kabur dari pondok ini.. tapi… kami berada dalam keadaan yang membingungkan. Jika kami pindah atau kabur dari sini, bagaimana perasaan orang tua kami. Namun jika kami bertahan hati kami masih belum bisa menerimanya…

Akhirnya, setelah meminta pendapat dari tman-teman kami dan meminta masehat dari senior-senior kami, kami memutuskan untuk bertahan dipondok ini. Kami siap menerima resiko dari mnjalani kehidupan baru ini.

Bermodal niat dan tekad yang baru kami awali semua ini dengan sabar dan hati yang ikhlas dan tak lupa selalu membaca Bismillahirrohmanirrohim, kami siap untuk dididik dan dipimpin oleh pengurus pondok, ustadz dan ustadzah. Hari emi hari telah kami lalui, dengan semua cobaan dan rintangan yang menghadang tapi kami tetap tawakkal karna kami yakin semua akan berakhir dengan indah dan bermanfaat bagi masa depan kami.

Satu bulan, dua bulan dan tiga bulan kami bertahan dan baru kami sadari bahwa semua ini memiliki keistimewaan tersendiri dan baru kami sadari ternyata semua ini indah dan menyenangkan.

Di pondok inilah kami mengerti apa itu bahasa apa itu kebersamaan dan kekompakan, makan bareng, tidur bareng, kesana-kesini bareng bahkan dihukum pun kami bareng.

6 bulan kami bertahan dan sudah banyak perubahan yang kami alami, wawasan kami pun bertambah dan kami jadi bisa berfikir lebih dewasa. Seandainya kami tau dari awal, maka kami tidak akan menyia-nyiakan waktu kami hanya untuk mengeluh dan menangis kepada kedua orang tua.

Ditulis oleh: Amelia Fadhila [4 – 2018]

Comments
Loading...