Pesantren KMI di Sumatera Selatan

Pentingnya Pendidikan Karakter

0 34

Umat Islam sekarang tengah mengalami krisis akhlak dan moral yang parah, terutama pada generasi muda Islam, karena generasi muda Islam merupakan objek utama musuh- musuh Islam dalam rencana penghancuran Islam. Hal ini disebabkan karena generasi muda Islam itu mudah untuk dipengaruhi apabila tidak mendapatkan dasar agama yang kuat.  Jadi, sekarang kita umat Islam harus melaksanakan pendidikan karakter, yaitu pendidikan yang menekankan pada pendidikan akhlak dan moral bagi generasi muda kita. Pendidikan karakter terutama dilakukan pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah, sebab keluarga adalah pendidik utama bagi anak dan sekolah adalah tempat mereka mendapat pendidikan keilmuan. Tapi dari segi keefektifan, sekolah lebih memungkinkan untuk pelaksanaan pendidikan karakter, karena sekolah mempunyai aturan – aturan yang diikuti sanksi bagi pelanggarnya. Akan tetapi tidak semua sekolah itu bagus, karena hanya sekolah yang Islami saja yang lebih memungkinkan untuk dijadikan tempat dijalankannya pendidikan karakter yang Islami dengan intensif.

Pondok Pesantren merupakan tempat yang sangat cocok untuk program pendidikan karakter, karena Pondok Pesantren menekankan pada ilmu agama beserta prakteknya. Akan tetapi ilmu agama saja tidak cukup untuk mewujudkan cita – cita kebangkitan Islam, karena untuk mewujudkan kebangkitan Islam perlu didukung oleh pengetahuan yang luas. Jadi Pondok Pesantren juga harus mengadakan ilmu pengetahuan umum seperti Matematika, Fisika, Kimia, Geografi, Biologi dan lain sebagainya untuk bekal bagi santri – santrinya. Kemudian ilmu – ilmu yang banyak itu harus diimbangi dengan sistem ujian yang baik, misalnya dengan diadakannya ujian lisan sebelum ujian semester seperti yang tengah dilaksanakan oleh PM Daarul Abroor, karena ujian lisan secara tidak langsung melatih mental santri, sebab satu orang santri menghadapi 3 penguji. Bagi santri yang mentalnya rendah, soal yang mudah tidak akan dapat dijawab walaupun sebenarnya dia hafal dikarenakan rasa gugupnya. Ini berbanding terbalik dengan santri yang percaya diri walaupun hanya setengah hafal. Kemungkinan soal yang dijawab benar lebih banyak dibandingkan soal yang tidak dijawab. Jadi, mental juga termasuk  pendidikan mental yang perlu ditekankan pada santri agar mereka mampu menghadapi kerasnya arus kehidupan dimasa yang akan datang.

Dalam memilih Pondok Pesantren, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan beberapa poin sebagai berikut

Baca Juga
  • Berasrama dan telah mewajibkan bagi para santrinya untuk menetap di asrama, karena tinggal diasrama juga melatih mental dan disiplin para santri.
  • Memiliki kurikulum yang seimbang antara pelajaran agama dan pengetahuan umum.
  • Memiliki organisasi santri sebagai penggerak kegiatan dan disiplin Pondok, karena organisasi santri melatih keamanahan, rasa tanggung jawab, dan mental para santri.
  • Memiliki masjid sebagai pusat ibadah, karena ada beberapa lembaga pendidikan yang mengaku pondok pesantren namun tidak mempunyai masjid atau hanya mempunyai musholla.
  • Memiliki banyak banyak kegiatan ekstra kulikuler, seperti Pramuka, Pencak Silat dan lain sebagainya.
  • Memiliki banyak kegiatan tahunan, ini menandakan bahwa Pondok Pesantren tersebut aktif.
  • Mewajibkan santrinya untuk berbahasa Arab dan Inggris, karena kapan dan dimana lagi mau belajar berbahasa Arab dan Inggris di lingkungan yang mewajibkan penggunaan kedua bahasa tersebut kalau bukan di Pondok Pesantren, karena hanya sedikit sekali lingkungan untuk berlatih berbahasa Arab dan Inggris di Indonesia.

Mungkin hanya ini dari saya semoga bermanfaat bagi anda. Sekian dan wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tirtaharja, 07 Desember 2017

By : Mardha Affandi, siswa 6 KMI.

Comments
Loading...