Pesantren KMI di Sumatera Selatan

Khutbah Jum’at : Kelemahan Iman Sumber Kerusakan Akhlaq

0 15

اَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِي أَرْسَلَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا بِاْلهُدَي وَدِيْنِ اْلحَقِّ. وَبَعَثَهُ لِيُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلَاقِ. وَيَسْتَأْصِلَ مِنْ عِبَادِهِ اْلفُسُوْقَ وَالنِّفَاقَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لَاَشِريْكَ لَهُ. لَهُ اْلمُلْكُ اْلحَقُّ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ إِلَي جَمِيْعِ اْلأَنْجَاءِ وَاْلآفَاقِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَي سَيِّدِنَامُحَمَّدٌ وَعَلًي آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلاَةً وَسَلَامًاوَبَرَكَةً إِلَي يَوْمِ التَّلَاقِي. أَمَّا بَعْدُ,فَيَا أَيُّهَاْالمُسْلِمُوْنَ إِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah.
Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib akan membawakan tema :
“ KELEMAHAN IMAN SUMBER KERUSAKAN AKHLAQ “

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah.
Pada akhir-akhir ini pengaruh budaya barat semakin gencar menembus batas-batas wilayah negara-negara Islam, termasuk negara tercinta kita, Indonesia. Dengan didukung teknologi canggih, budaya barat tersebut disiarkan secara luas baik melalui media cetak maupun media elektronik hingga dapat menembus kamar-kamar di setiap rumah kaum muslimin di dunia.

Sehubungan dengan masalah gawat ini, maka pada kesempatan kali ini kami mengajak pada segenap kaum muslimin agar benar-benar membentengi diri dengan iman dan taqwa kepada Allah, meningkatkan ilmu agama dan mempraktekannya dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat sehingga pada akhirnya bisa diharapkan terciptanya masyarakat Islami yang aman, damai, adil, makmur dan jaya sentosa.

Seiring dengan kemajuan dunia yang gemerlap dan serba indah membuat manusia semakin terguncang, terutama guncangnya sendi-sendi keimanan. Adanya kemajuan yang sudah mencapai puncaknya membuat manusia semakin rakus terhadap kemewahan dan tumpukkan harta benda, dan yang paling memprihatikan adalah semakin lupa dan tidak lagi mengenal Tuhan.Segala tindakannya sudah lepas dari konteks syari’at Islam. Inilah pertanda bila umat manusia telah mengalami krisis iman.

Manusia akan dapat mengontrol dan memimpin dirinya selama ia masih memiliki iman karena hanya dengan modal iman inilah manusia dapat menumbuhkan akhlaqul karimah. Akhlaqul karimah akan muncul dan mewarnai segala sikap, pemikiran, dan tingkah laku seseorang bila dilandasi oleh rasa keimanan dan ketaqwaan. Orang yang mengaku beriman, bila pada kenyataannya tidak dapat melahirkan amal sholeh, berarti imannya palsu atau masih perlu dikoreksi. Bila masyarakat sudah kehilangan nilai-nilai keimanan maka segala kerusakan, kerusuhan, malapetaka dan bencana sulit dihindari, sebab adanya kerusuhan, kerusakan, malapetaka dan bencana itu diakibatkan oleh perbuatan kotor tangan-tangan orang yang tidak beriman. Merekalah biang keladi segala kerusakan akibat perbuatan jahatnya. Selama masyarakat dipenuhi oleh orang-orang yang tidak beriman, segala kerusakan akan mewarnai dalam setiap gerak kehidupan dan perjalanan masyarakat.

Berbeda sekali dengan suatu masyarakat yang warganya terdiri dari orang-orang yang beriman. Masyarakat tersebut akan menjadi masyarakat damai, tentram, rukun, penuh persaudaraan dan kasih sayang. Sebab masyarakat yang penduduknya terdiri dari orang-orang yang beriman akan melahirkan amal sholeh, penuh kedamaian, kemanfa’atan dan kemaslahatan. Orang mu’min sejati, pada dasarnya adalah orang yang baik akhlaq dan budi pekertinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

أَكْمَلُ اْلمـُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًاأَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“ Sempurna-sempurna orang mu’min , adalah imannya dan yang paling baik budi pekertinya.”

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah.
Seorang mu’min sejati tidak akan pernah sekali-kali melakukan perbuatan tercela sekecil apapun, misalnya mencaci, mengejek, menghina, mengutuk, melaknat, dan sejenisnya. Perbuatan-perbuatan semacam itu hanya pantas dilakukan oleh orang yang tidak beriman. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.

لَيْسَ اْلمـُــؤْمِنُ بِالطَّعَانِ وَاللَّعَانِ وَلَااْلفَاحِشِ وَلَاالبَذِي
“Bukanlah seseorang mu’min seorang pencacat,pengetuk,kasar,keji perkataan dan pemaki-pemaki” (HR.Ahmad).

Orang mu’min tidak akan sekali melakukan perbuatan-perbuatan tecela itu. Karena meraka sadar bahwa akibat melakukan hal itu bisa digolongkan seorang fasiq, apaagi bila sampai membununya, ia akan dihukum kufur.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw;

شَــمَاتُ اْلُمسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
“ Memaki-maki orang islam adalah fasiq dan membunuhnya adalah kufur. ( HR.Bukhori dan Muslim )

Sering terjadi perkelahian diantara manusia hanya karena perasaannya disinggung dan direndahkan dirinya. Bahkan bisa terjadi pembunuhan juga, akibat diawali perang mulut, saling memaki dan menghina. Begitu pula bisa terjadi peperangan besar hanya akibat perang mulut antara para pemimpin yang tidak dapat mengendalikan diri dari ucapan, makian dan hinaan.

Oleh karena bahayanya yang sangat besar dan dapat mengancam ketentraman kehidupan masyarakat, Allah mengancam dengan keras dan hukuman yang pedih terhadap orang yang suka memaki dan menghina orang lain.

Allah berfirman :

وَالَّذِىْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَااكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِيْنًا
“ Dan orang-orang yang menyakiti ( badan atau hati ) orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” ( QS. Al-Ahzab : 58 )

Itulah bukti bahwa kelemahan iman seseorang akan mengakibatkan kerusakan, terutama yang disebabkan oleh perbuatan yang buruk dan tercermin dari perkataan kotor. Dari perkataan yang kotor dan keji ini akan mengakibatkan perseteruan di antara manusia dan akhirnya akan mengakibatkan, kerusuhan, malapetaka, bencana dan kehancuran masyarakat. Semoga kita semua terhindar dari kelemahan iman yang dapat mengakibatkan rusaknya akhlak manusia. Amin ya rabbal’alamin.

باَرَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلآيَاتِ وَالّذِكْرِالحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيعُ اْلعَلِيمُ

Disampaikan oleh: M. Quzzan Azizi – 6B – 2017. Jum’at, 1 Desember 2017 di Masjid Al Abroor.

Comments
Loading...